Mengenai Saya

sidoarjo, indonesia BARAT, Indonesia
be the best n' giving my best for J_C

apa yang membuat anda ingin melihat blogger saya?

Rabu, 10 September 2008

Kalau Mama Jadi Beker



Bangun Curi Start Sekolah Pantang Telat

04.30 Tok.. tok.. tok... (suara ketukan pintu)

04.45 "Nak... bangun Nak..."

04.50 "Nak.. ayo bangun.. sudah pagi..." 05.00 "Nak, bangun! Nanti terlambat! Bla.. bla.. bla..."

---

Berani taruhan, omelan seperti di atas pasti hampir tiap pagi terdengar dari mulut mama atau papa. Begitu fajar merekah, aturan bangun pagi dari ortu otomatis dimulai. Hal itu dialami 69,4 persen responDet yang tiap hari kena aturan jam bangun pagi.

Meski harus bangun pagi-pagi buta, mayoritas (74,8 persen) responDet mengaku suka. Sebab, hampir seluruh (97 persen) responDet telah memetik manfaat dari aturan tersebut. Mereka jadi lebih disiplin (44,9 persen), nggak pernah terlambat ke sekolah (29,6 persen), dan bisa beribadah tepat waktu (21,3 persen).

Salah seorang responDet yang merasakan hal itu adalah Reinaldo Dwiga. Sejak awal masuk SD, dia udah punya kewajiban bangun pukul 05.00 pagi. Mendapatkan instruksi bangun bareng sama fajar tak urung membuat anak SMPN 39 tersebut kesusahan. "Habis, di luar masih gelap. Aku mikirnya masih malam. Jadi, aku sering ketiduran lagi," kata cowok yang akrab disapa Aldo itu.

Kalau terlambat bangun, Aldo pasti kena marah sang ibu. Meski begitu, dia nggak pernah ngerasa jengkel. "Aku usaha terus biar bisa bangun pagi. Sekarang justru jadi kebiasaan. Tiap hari aku bisa bangun sendiri, terus siap-siap ke sekolah. Aku juga jadi lebih disiplin," ujarnya.

Papa-mama Riko Ardaono juga menetapkan aturan bangun pagi. Setiap pukul 05.30, cowok yang sekolah di SMPN 7 itu pasti sudah dibangunkan. Aturan tersebut bukan hanya dijalankan biar Riko nggak terlambat ke sekolah. Tapi, juga biar dia punya kesempatan mengulang pelajaran.

"Kalau ada PR, ya pagi-pagi itu aku ngerjain. Kalau nggak ada, ya baca-baca buku pelajaran," tuturnya. Wah, enak juga, ya? Aturan itu membuat Riko lebih siap menghadapi pelajaran di kelas.

Namanya ortu pasti khawatir kalau anaknya telat ke sekolah. Karena itu, Anjani Tirta selalu dibangunin pas jam setengah enam pagi. "Bangun, mandi, sarapan, terus berangkat sekolah. Gitu aja tiap hari," papar pelajar SMA Stella Maris tersebut. Hasilnya, Anjani sampai sekarang belum pernah terlambat masuk kelas.

Bangun pagi terbukti bikin badan lebih segar dan siap menjalani aktivitas seharian. Kecuali, malamnya bergadang. Yang muslim wajib bangun pagi karena harus menjalankan ibadah.

Nur Hairun Nisa dibiasakan melakukan hal itu sejak umurnya masih 6 tahun. "Setiap hari ibuku pasti jadi beker sampai semua anaknya bangun. Terus, semua disuruh salat Subuh," ucapnya. Kalau sampai terlambat bangun, nggak jarang Nisa dapat peringatan dari sang ibu.

Sebal? Awalnya sih iya. Tapi, anak SMAN 19 itu sekarang mendapatkan manfaat. Selain ibadah jadi lebih tepat waktu, Nisa terbiasa disiplin dengan bangun lebih pagi. "Enak aja rasanya. Kalau bangun pagi, kita bisa bebas ngapa-ngapain. Kan, belum banyak orang berkeliaran," ungkapnya.

Tidak ada komentar: